Hati-hati! Ini 6 Tren Kecantikan yang Buruk untuk Kesehatan

6 Tren Kecantikan yang Buruk untuk Kesehatan - Sepanjang sejarah, wanita dan pria memiliki jalan yang ekstrim untuk terlihat baik dalam mengikuti trend terkni. Terkadang bahkan dengan biaya yang sangat mahal hanya untuk mengorbankan kesehatannya. Ini 6 tren kecantikan yang tidak begitu baik untuk kesehatan Anda.

1. Botox

6 Tren Kecantikan yang Buruk untuk Kesehatan
Suntikan Botox telah menjadi perawatan cepat untuk kerutan wajah.

Botox, bentuk obat toksin botulinum tipe A, melemaskan otot selama beberapa bulan. Racunnya diproduksi oleh Clostridium botulinum, bakteri penyebab botulisme, penyakit langka namun serius.

Meski suntikan pada umumnya aman, efek samping dan komplikasi bisa terjadi, termasuk rasa sakit dan memar di tempat suntikan, sakit kepala, mual dan kelemahan otot sementara.

Pada tahun 2009, Food and Drug Administration AS menyetujui Botox untuk penggunaan kosmetik, namun dengan label peringatan kotak yang menyatakan adanya risiko toksin menyebar ke area lain di tubuh, menyebabkan gejala mirip dengan botulisme, termasuk kesulitan menelan dan bernafas dan bahkan kematian

Tapi gejala ini sebagian besar telah dilaporkan pada anak-anak dengan cerebral palsy yang diobati dengan Botox karena kekisruhan otot, penggunaan obat yang belum disetujui oleh FDA.

2. Mengepang Rambut

6 Tren Kecantikan yang Buruk untuk Kesehatan
Mengepang rambut dapat menyebabkan rambut rontok permanen pada wanita, menurut sebuah penelitian tahun 2011 yang dipublikasikan di Archives of Dermatology.

Jenis kerontokan rambut ini, disebut central centrifugal cicatricial alopecia, terjadi pada mahkota dan bisa menyebar ke seluruh kulit kepala.

Periset mensurvei 326 wanita Afrika-Amerika tentang sejarah keluarga dan medis mereka, dan kebiasaan menata rambut mereka. Dermatologists kemudian melakukan pemeriksaan kulit kepala untuk menilai rambut rontok wanita.

Mereka menemukan bahwa hampir 60 persen wanita menunjukkan tanda-tanda rambut rontok.

Mengepang Rambut adalah trend kecantikan rambut yang umum di komunitas Afrika-Amerika, kata periset. Perawatannya bisa mahal, jadi bisa dibiarkan "selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan," tulis para peneliti dalam penelitian tersebut.

3. Tato

6 Tren Kecantikan yang Buruk untuk Kesehatan
Jumlah tato yang didapat seseorang terkait dengan peningkatan risiko Hepatitis C, menurut sebuah penelitian di tahun 2010. Apalagi jika jarum yang digunakan untuk membuat tato Anda terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi.

Hepatitis C disebabkan oleh virus yang menyerang dan mengobarkan hati, yang dapat menyebabkan sirosis, atau jaringan parut, jaringan hati, kanker hati dan gagal hati, menurut Mayo Clinic.

Orang yang mendapatkan tato juga rentan terhadap infeksi kulit, menyebabkan kemerahan, bengkak dan nyeri.

Apalagi pewarna tato yang berwarna merah, hijau, kuning dan biru bisa menyebabkan reaksi alergi pada kulit, seperti ruam gatal di situs tato.

4. Lensa kontak yang melebarkan matamu

6 Tren Kecantikan yang Buruk untuk Kesehatan
Lensa Lingkaran, yaitu lensa kontak yang membuat mata Anda tampak lebih besar, bisa menimbulkan masalah penglihatan yang serius, menurut beberapa ahli.

"Konsumen berisiko mengalami cedera mata yang signifikan bahkan kebutaan saat mereka membeli lensa kontak tanpa resep atau bantuan yang benar dari seorang profesional mata, Karen Riley, seorang pejabat Food and Drug Administration, mengatakan kepada New York Times pada tahun 2010.

Lensa belum disetujui oleh FDA, dan itu ilegal untuk menjualnya di A.S. Namun, jumlahnya tersedia kurang dari $ 20 di Internet, laporan berita ABC.

Lensa telah menjadi sangat populer di kalangan gadis remaja.

5. Krim pemutih kulit

6 Tren Kecantikan yang Buruk untuk Kesehatan
Beberapa produk kosmetik, termasuk krim pencerah kulit, mengandung kadar merkuri tinggi, menurut FDA.

Merkuri digunakan dalam krim pencerah kulit karena menghambat produksi pigmen melanin kulit, lapor blog Kesehatan NPR pada bulan Maret.

Tingkat merkuri yang tinggi juga dapat ditemukan di beberapa produk sabun, lotion dan anti-penuaan yang diproduksi di luar negeri dan dijual secara ilegal di A.S., kata FDA.

"Paparan merkuri dapat menimbulkan konsekuensi kesehatan yang serius," kata Charles Lee, M.D., seorang penasihat medis senior di FDA. Hal ini dapat merusak ginjal dan sistem saraf, dan mengganggu perkembangan otak pada anak yang belum lahir dan anak-anak yang masih kecil.

6. Produk pelurus rambut

6 Tren Kecantikan yang Buruk untuk Kesehatan
Produk pelurus rambut tertentu, seperti Blowout Brasil, mengandung berbagai bahan kimia termasuk tingkat formaldehida berbahaya, mengumumkan FDA dalam sebuah surat peringatan pada tahun 2011.

Formaldehida adalah gas berbau kuat yang bisa mengiritasi mata dan hidung, dan menyebabkan reaksi alergi seperti masalah pernapasan seperti asma dan ruam kulit dan gatal, jika terhirup.

Faktanya, Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (OSHA) A.S. mengeluarkan peringatan bahaya pada bulan April 2011 kepada pemilik salon rambut dan pekerja tentang risiko keterpaparan formaldehida dari produk ini.

Ratusan salon kecantikan menawarkan perawatan pelurusan rambut, yang sangat populer meski harganya bisa mencapai $ 500, lapor New York Times.

Demikianlah 6 Tren Kecantikan yang Buruk untuk Kesehatan. Semoga artikel ini bermanfaat.


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search