Legenda Batu Menangis: Sebuah Kisah dari Pulau Kalimantan

Legenda Batu Menangis: Sebuah Kisah dari Pulau Kalimantan - Kalimantan termasuk pulau terbesar di Indonesia. Kalimantan sendiri terbagi menjadi 5 provinsi, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur. Dibalik besarnya pulau Kalimantan, ada sebuah kisah atau cerita rakyat yang cukup menarik dan populer di kalangan masyarakat Kalimantan, banyak orang mengatakan bahwa Legenda ini lebih tepatnya berasal dari Kalimantan Barat. Jika penasaran, simak saja kisahnya.
Legenda Batu Menangis: Sebuah Kisah dari Pulau Kalimantan

Legenda Batu Menangis

Di sebuah desa kecil, seorang gadis tinggal dengan ibunya. Gadis itu sangat cantik. Setiap hari dia menempatkan make-up dan memakai pakaian terbaiknya. Dia tidak suka membantu ibunya bekerja di lapangan. Gadis itu sangat malas dan mempunyai perilaku yang buruk.

Selain mempunyai perilaku yang buruk, gadis tersebut juga sangat manja dan semua permintaannya harus dituruti oleh sang ibu, tanpa melihat keadaan hidupnya yang bisa disebut miskin.

Suatu hari, sang ibu meminta gadis itu untuk menemaninya pergi ke pasar untuk membeli makanan. Awalnya gadis itu menolak, tapi ibu membujuknya dengan mengatakan bahwa mereka akan membeli baju baru. Gadis itu akhirnya setuju. Tapi dia meminta ibunya untuk berjalan di belakangnya. Dia tidak mau berjalan berdampingan dengan ibunya.

Meski ibunya sangat sedih, dia setuju untuk berjalan di belakang putrinya. Dalam perjalanan ke pasar, semua orang mengagumi kecantikan gadis itu. Mereka juga penasaran. Di balik gadis cantik itu, ada wanita tua dengan gaun sederhana. Gadis dan ibunya terlihat sangat berbeda!

"Halo gadis cantik, siapa wanita di belakangmu?" tanya mereka "Dia adalah pembantuku," jawab gadis itu.

Si ibu sangat sedih, tapi dia tidak mengatakan apa-apa. Gadis dan ibu itu bertemu dengan orang lain. Sekali lagi mereka bertanya siapa wanita di balik gadis cantik itu. Sekali lagi gadis itu menjawab bahwa ibunya adalah hambanya. Dia selalu mengatakan bahwa ibunya adalah hambanya setiap kali mereka bertemu orang.

Akhirnya, sang ibu tidak bisa menahan rasa sakit lagi. Dia berdoa kepada Tuhan untuk menghukum putrinya. Tuhan menjawab doanya. Perlahan, kaki gadis itu berubah menjadi batu. Prosesnya berlanjut ke bagian atas tubuh gadis itu. Gadis itu sangat panik.

"Ibu, mohon maafkan aku!" Dia menangis dan meminta ibunya untuk memaafkannya.

Tapi sudah terlambat. Seluruh tubuhnya akhirnya menjadi batu besar. Sampai sekarang orang masih bisa melihat air mata jatuh di batu itu. Masyarakat sekitar akhirnya menyebutnya dengan Batu Menangis.

Demikianlah Legenda Batu Menangis: Sebuah Kisah dari Pulau Kalimantan. Semoga artikel ini bermanfaat.


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search

AdBlock Detected!

Like this blog? Keep us running by whitelisting this blog in your ad blocker.

This is how to whitelisting this blog in your ad blocker.

Thank you!

×