5 Fakta Kekejaman Partai Komunis Indonesia (PKI)

5 Fakta Kekejaman Partai Komunis Indonesia (PKI) - Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah partai komunis di Indonesia yang ada sepanjang abad ke-20. Ini adalah partai komunis non-penguasa terbesar di dunia sebelum diberantas pada tahun 1965 dan dilarang di tahun berikutnya. Sejarah mencatat bahwa PKI telah empat kali melakukan kudeta: dari mulai melakukan kudeta di Cirebon, Jogja, Madiun, dan terakhir tmelakukan kudeta di Jakarta tepatnya pada tanggal 30 September 1965 yang dimpin langsung oleh DN Aidit.

PKI

Ideologi Komunis sendiri adalah sebuah pemahaman yang lebih menekanankan kepemilikan bersama alat-alat produksi (tanah, modal, dan tenaga kerja). Beberapa tahun kemudian setelah penumpasan PKI yang di lakukan oleh TNI dan masyarakat umat Islam di Indonesia. Semua anak-anak, anggota, dan orang-orang yang mempunyai pemahaman komunis di bebaskan di Indonesia. Setelah mereka bebas. Mantan PKI mulai mengatakan bahwa sejarah tentang PKI adalah kebohongan, dan mereka mulai memutar balikkan fakta seolah-olah PKI adalah pahlawan Indonesia, yang membantu tercapainya kemerdekaan.

Kekejaman yang dilakukan oleh PKI khususnya terhadap uamt Islam di Indonesia tidak akan pernah terlupakan, semua saksi yang masih hidup mengatakan fakta sebenarnya bahwa PKI pada waktu itu melakukan pembantaian pada umat Islam dengan cara yang sadis dan kejam. Dari mulai menggorok leher para kyai, membunuh secara sadis dan dimasukkan kedalam lubang yang berukuran kecil atau biasa di sebut lubang buaya, dan yang paling mengerikan adalah membunuh 7 Jendral. Dan 5 Fakta ini adalah bukti kekejeman PKI yang dikemukakan oleh saksi atas kekejaman PKI khusunya pada umat Islam.

1. Pembunuhan 7 Jendral oleh PKI

Pada waktu itu PKI menculik dan membunuh ketujuh Jendral Indonesia secara keji, sadis, dan kejam. Mereka memasukkan ketujuh Jendral kedalam sumur tua yang berukuran kecil dan kemudian ditimbun untuk menghilangkan jejak atas pembunuhan sadis tersebut. Pembunuhan sadis itu dilakukan di kawasan lubang buaya. Dan kini kawasan tersebut telah di abadikan dengan membangun monumen Lubang Buaya untuk mengenang ketujuh Jendral tersebut dan di beri gelar Pahlawan Revolusi

2. Genangan darah setinggi 5 kaki

Saksi peristiwa Gorang Gareng 1948 yaitu Kyai Zakariya mengatakan bahwa pembantaian yang dilakukan di sebuah loji atau gedung di Pabrik Gula Rejosari Gorang Goreng, Magetan pada bulan September tahun 1948. Mereka semua mati diberondong tembakan oleh Tentara Merah PKI sampai menghasilkan genangan darah setinggi mata kaki.

3. Ratusan orang disekap di dalam Lumbung Padi

Fuadi anak korban persitiwa Ngawi 1948. Beliau mengatakan bahwa lebih dari 200 orang terdiri dari para kyai dan tokoh masyarakat di masukkan kedalam lumbung padi tua peninggalan zaman koloniel Belanda tepatnya di Desa Kaliwungu, Kecamatan Widodaren, Kabupataen Ngawi. Semuanya di sekap selama 2 hari tanpa sedikit pun diberi makan. Semua aktivitas sepeti buang air kecil maupun buang air besar menjadi satu dalam gudang yang sempit dan penuh kesesakan. Banyak jerigen bensin yang sudah di siapkan untuk membakar lumbung tersebut. Namun, ayah dari Pak Fuadi selamat dan berlari kurang lebih 20km untuk mencari bantuan pada pasukan Siliwangi.

4. Ratusan orang dkubur hidup-hidup di dalam sumur

Kyai Ahyul Umam menjadi saksi peristiwa Soco 1948. Beliau mengatakan lebih dari 200 kyai, santri dan para tokoh masyarakat di kubur secara hidup-hidup di dalam sumur di desa Soco, ayahnya menjadi korban dari 200 orang yang dimasukkan ke dalam sumur.

5. Puluhan Orang Dibakar Hidup-hidup

Siti Maisaroh saksi peristiwa Ngawi 1948. Beliau mengatakan lebih dari 30 orang tokoh masyarakat dan para kyai di masukkan ke dalam loji, diberi makanan yang beracun setelah itu dibakar hidup-hidup. Ketika mereka berhasil membobol pintu yang berantai dengan doa dan teriakan Allahuakbar. Mereka dibacok dengan pedang.

Baca juga:


Kesimpulan

Fakta-fakta mengenai kekejaman maupun kudeta oleh PKI sudah sangat jelas dilakukan oleh mereka, semua fakta diatas adalah 100% dari pengakuan saksi maupun dari yang pernah mengalami. Sampai kapan pun PKI akan tetap menjadi sejarah kelam bangsa Indonesia khususnya pada masyarakat umat Islam di Indonesia. Begitu keji dan sadisnya, mereka sangat bangga membunuh, memutilasi, membakar, memasukkan ke dalam sumur secara hidup-hidup. Itu semua telah di alami oleh masyarakat Idnonesia dan umat Islam pada zaman itu. 

Mungkin komunis di Indonesia sudah hilang, namun paham akan komunis akan terus di suarakan. Waspada terhadap kebangkitan PKI adalah suatu hal yang wajar, karena umat islam khusunya sangat tahu betul kekejaman yang dilakukan oleh PKI. PKI juga sudah tercantum dalam Undang-undang tentang semua pelarangan kegiatan PKI, penyebaran ideologi dan lain-lain yang berbau PKI. 

Demikianlah 5 Fakta Kekejaman Partai Komunis Indonesia (PKI). Semoga artikel ini bermanfaat.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »