Misteri Gunung Salak: Gunung Angker Perenggut Nyawa Para Pendaki

Misteri Gunung Salak: Gunung Angker Perenggut Nyawa Para Pendaki - Gunung Salak adalah gunung berapi yang memiliki ketinggian 2.211 meter di atas permukaan laut. Menurut ketinggian Gunung Salak bukan gunung tertinggi di Indonesia. Bertempat di Kabupaten Sukabumi dan Bogor, Provinsi Jawa Barat. Ada tiga kawah di gunung dan memiliki karakter yang tidak ada pada gunung lainnya. Cuaca tidak dapat diprediksi dan cepat berubah. Dalam beberapa menit bisa terjadi kabut, awan dan hujan.

Gunung Salak

Gunung Salak, Bogor, masyarakat mengetahuinya sebagai gunung yang sangat angker. Hampir setiap tahun sebuah gunung yang membatasi wilayah Bogor dan Sukabumi itu selalu memakan banyak korban, terutama di kalangan pendaki. Bahkan, sejumlah pesawat telah dikubur di sebuah gunung yang memiliki ketinggian 2.211 mdpl tersebut.

Banyaknya Kecelakaan Pesawat Terbang di Gunung Salak

Faktor cuaca yang cepat berubah-ubah ini berpotensi sering terjadi dalam kecelakaan pesawat terbang di atas Gunung Salak. Sebelumnya sudah enam kali pesawat jatuh di daerah Gunung Salak, yaitu:
  • 10 Oktober 2002: Pesawat Trike-engine  jatuh di Lido PKS 098, Bogor, 1 tewas.
  • 29 Oktober 2003: Helikopter Sikorsky S-58T Twinpack Air Force jatuh di distrik Kemang, Kabupaten Bogor, 7 tewas.
  • 15 April 2004
  • Red Baron GT 500 Aero Sport Lido jatuh, Desa Wates Jaya,Kabupaten Cijeruk, Kabupaten Bogor, 3 tewas.
  •   20 Juni 2004: Skywagon Cessna 185, jatuh di Danau Lido, Cijeruk, Bogor. 5 terbunuh
  • Juni 2008:  Pesawat Casa 212 Air Force jatuh di Gunung Salak di ketinggian 4.200 kaki, 18 tewas
  • 30 April 2009: Pesawat latih Donner, dari Flight Training Center Curug, jatuh di Cibunar, Kabupaten Tenjo, Kabupaten Bogor. 3 tewas
  • 9 April 2012 menyusul jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 dari Rusia, yang tetap menjadi misteri. Mengapa rute ini masih dilalui?

Kisah Seram Gunung Salak

Sukhoi Superjet 100 hanyalah salah satu dari beberapa pesawat yang jatuh di wilayah Gunung Salak. Sejumlah pesawat yang dikubur di kawasan kecelakaan pesawat terbang bermesin pesawat MCC 098. menelan korban tewas yang satu ini jatuh di Lido, Bogor, 10 Oktober 2002, lalu pada tanggal 29 Oktober 2003, helikopter Sikorsky S-58T Twinpac Air Force jatuh di Kabupaten Kemang, Kabupaten Bogor. Tujuh korban tewas dalam insiden tersebut: Kemudian pada tanggal 15 April 2004, paralayang membawa kapal Red Baron milik GT 500 Aero Sport Lido jatuh di desa Wates Jaya, kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Dua orang tewas dalam insiden tersebut.

Baca juga: Misteri Gunung Padang

Pada tanggal 20 Juni 2004, sebuah sepeda motor Cessna 185 di Danau Lido, Cijeruk, Bogor, menewaskan 5 orang. Kemudian pada bulan Juni 2008, pesawat Casa 212 Angkatan Udara jatuh di Gunung Salak di ketinggian 4.200 kaki di atas permukaan laut. Kecelakaan tersebut menyebabkan 18 orang tewas. Selanjutnya, pada tanggal 30 April 2009, pesawat latih Donner yang tergabung dalam Pusat Pelatihan Penerbangan air terjun jatuh di desa Cibunar, Desa Tenjo, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, menewaskan 3 orang.

Gunung Salak adalah gunung berapi yang memiliki dua puncak, puncak Salak I dan II. Lokasi puncak astronomi gunung ini berada pada garis bujur 6 ° 43 'dan bujur 106 ° 44'. Puncak tinggi I Salak Salak II 2.211 m dan 2.180 m dpl. Ada satu lagi yang disebut puncak puncak Sumbul dengan ketinggian 1.926 m dpl.

Gunung Salak bisa naik dari beberapa jalur. Jalan yang paling padat yang digunakan adalah melalui air terjun Nangka, Puri, Bogor terletak di sisi utara gunung. Melalui jalan ini, orang akan sampai di puncak Salak II.

Salak saya biasanya mendaki puncak dari timur, yang dekat Cimelati Cicurug, Sukabumi. Salak saya juga bisa dihubungi dari Salak II Sukamantri, Ciapus, Kraton, Bogor. Jalan lain adalah 'jalan kembali' melalui Cidahu, Sukabumi, atau dari kawah ratu Gunung Bunder.

Gunung Salak meski tergolong gunung rendah, namun memiliki ciri khas tersendiri baik dari hutan maupun medannya. Asal mula sejarah penamaan Gunung Salak masih membingungkan karena catatan yang ditemukan di sejumlah prasasti dan tulisan Sunda kuno tidak jelas sejak gunung dimulai.

Banyaknya Mitos yang Beredar

Humanis sejarawan dan sejarawan Bogor, Eman Sulaiman mengungkapkan, bahwa orang purba lebih mengenal judul Gunung Salak yang digoyang Gunung (bundar, red) karena bentuk puncaknya menyerupai lingkaran. Konon, penamaan Salak berasal dari penemuan buah-buahan besar. "Itu hanya mitos, jadi tidak bisa diverifikasi sampai sekarang," katanya kepada Radar Bogor (Group JPNN), kemarin.

Katanya, Gunung Salak telah meletus dua kali. Yang pertama di tahun 1669 dan yang kedua pada tahun 1824 Letusan pertama meratakan desa atau wilayah yang berada di bawahnya. Menurutnya, di kaki Gunung Salak pernah berdiri kerajaan Hindu pertama di Jawa Barat dengan nama Salakanagara pada abad ke-4 Masehi dan 5.

"Kemungkinan besar, penamaan Salak yang berasal dari kerajaan ini seperti yang terlihat dari vokal konsonan ada kesamaan," kata pria yang pernah main sinetron tersebut.

Eman mengatakan Salakanagara dipimpin oleh seorang raja dengan gelar Raja Dewawarman I-VIII. Tidak jelas asal mula nama dan nama asli raja yang menguasai semenanjung Sunda, namun ternyata berasal dari India Selatan.

Pengungkapan kekaisaran dimulai dengan penemuan tulisan Salakanagara Raja Cirebon Wangsakerta pada tahun 1617, yang ditemukan pada abad ke-19 Masehi. Dari sini dan yang diketahui, kalau dulu kerajaan Hindu di Jawa Barat bukan Tarumanagara, tapi Salakanagara.
 
"Ada sekitar 20 buku yang tersebar dan dikumpulkan oleh peneliti dari Belanda dan Indonesia. Posko Wangsakerta telah menyebutkan tentang Salakanagara yang dipimpin oleh Raja Dewawarman dari India Selatan," jelasnya.

Yang mengatakan, Raja Dewawarman memiliki banyak keturunan. Diantaranya pernah menjadi raja besar di Jawa seperti Tarumanagara dan Purnawarman yang memerintah raja Kutai Kartanagara Mulawarman. "Tapi, letusan Gunung Salak pada tahun 1669 diduga ikut mengubur peninggalan bersejarah kerajaan Salakanagara," kata Eman.

Misteri terkait yang terkandung di Gunung Salak, Eman mengaku tidak ada barang aneh di sana meski didominasi oleh kawasan hutan. "Saya belum menemukannya Mungkin mitos itu menyebar dari mulut ke mulut," singkatnya.

Hanya saja, ada banyak tempat dimana petilasan bermeditasi atau raja dan pengikutnya. Petilasan suci bertebaran di berbagai titik. Seperti petilasan raja Padjadjaran, Raja Sri Baduga Maharaja atau Raja Siliwangi di kaki Gunung Salak di Bogor dengan total jangkauan lebih dari 91 lokasi. "Mungkin ratusan di antaranya sebagai pertapa dalam pemurnian Hindu Gunung Salak," katanya.

Ada juga makam kuno yang jumlahnya ratusan tahun mencapai lebih dari 40 makam. Makam itu milik pemimpin Hindu yang meninggal dan dimakamkan di Gunung Salak. Dengan demikian, banyak yang menganggap jika ingin memasuki kawasan Gunung Salak, harus menjaga perilaku dan tata krama.

Baca juga:


Misteri lain yang mengelilingi Gunung Salak yang tak pernah terdengar sebelumnya ada cerita gua yang berisi puluhan patung emas dalam berbagai ukuran. Tapi, sampai saat ini belum ada bukti empiris yang ditemukan dalam penelitian.

"Kata orang tua itu, tak heran, banyak orang sering datang ke sana dengan tujuan yang berbeda .. Siapa pun mau naik, ada juga yang mau meminta kekayaan dengan berkonspirasi dengan setan," pungkasnya.

Demikian penjelasan mengenai Misteri Gunung Salak: Gunung Angker Perenggut Nyawa Para Pendaki. Semoga artikel ini bermanfaat.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »