7 Harta Karun Bersejarah yang Ditemukan Secara Tidak Sengaja

7 Harta Karun Bersejarah yang Ditemukan Secara Tidak Sengaja - Sebagian besar arkeolog akan mengakui bahwa sebuah keberuntungan seringkali merupakan bagian penting untuk melacak benda-benda bersejarah. Kenyataannya, banyak harta terbesar di dunia yang ditemukan saat para profesionalwan tidak sengaja menemukannya. Beberapa temuan kebetulan ini telah dicari selama berabad-abad.

1. Tentara Xian Terra Cotta (The Xian Terra Cotta Army)

Harta Karun
Pada tahun 1974, sekelompok petani Cina mencari penemuan makam kaisar pertama Dinasti Qin. Tim tujuh orang itu menggali sumur di dekat kota Xian saat salah satu sekop mereka menabrak kepala patung yang dikuburkan. Orang-orang pada awalnya mengira mereka telah menemukan patung perunggu atau patung Buddha kuno, namun ketika arkeolog melakukan penggalian lebih lanjut, mereka menemukan ada satu dari sekitar 8.000 tentara terra cotta, kuda dan kereta yang dibangun untuk menjaga abad ke-3 SM. Kaisar Qin Shi Huang di akhirat. Makam dan prajuritnya yang sangat rinci - masing-masing memiliki wajah unik - sekarang dianggap sebagai harta karun arkeologi yang paling penting di seluruh China.

2. Gua Lascaux (Lascaux Cave)

Harta Karun
Pada bulan September 1940, empat remaja Prancis berkeliaran di hutan dekat Montignac saat anjing mereka mulai mengendus-endus lubang misterius di tanah. Setelah menyisir sebuah poros batu, anak-anak itu menemukan gua bawah tanah yang luas yang dindingnya dihiasi beberapa lukisan kuno dan ukiran kuno. Remaja yang heran pada awalnya setuju untuk menjelajahi gua itu secara rahasia, namun kemudian mereka mengirim kabar tentang temuan tersebut kepada guru sekolah mereka, yang membujuk seorang ahli gua untuk memverifikasi keasliannya. Tak lama kemudian, koleksi koleksi gambar hewan dan simbol abstrak yang indah di Lascaux menyebar ke seluruh Eropa, dan kemudian dikenal sebagai "Sistine Chapel of Prehistoric Art." Sejarawan kemudian menempatkan umur lukisannya sekitar 15.000-17.000 tahun , Dan banyak yang percaya bahwa gua tersebut pernah menjadi tempat upacara keagamaan dan perburuan di kalangan masyarakat Paleolitik Atas.

3. The Venus de Milo

Harta Karun
Sebelum menjadi salah satu patung dunia yang paling dicintai, The Venus de Milo menghabiskan beberapa abad terkubur di pulau Melo di Yunani. Patung tanpa lengan itu baru ditemukan pada tahun 1820, ketika seorang petani bernama Yorgos Kentrotas secara tidak sengaja menemukan bagian atasnya saat mencoba menyelamatkan blok bangunan marmer dari tumpukan puing kuno. Penemuan itu segera menarik perhatian Olivier Voutier, perwira angkatan laut Prancis yang kebetulan menggali barang antik di dekatnya. Setelah menyuap Kentrotas untuk membantunya, Voutier menemukan bagian bawah yang berisi kaki terbungkus Venus. Dia kemudian membujuk duta besar Prancis untuk Kekaisaran Ottoman untuk membeli patung tersebut, dan pada tahun 1821 itu dipresentasikan kepada Raja Louis XVIII dan disumbangkan ke Louvre. Sejarawan seni sejak itu menduga bahwa Venus dimaksudkan untuk mewakili dewi Yunani Aphrodite, namun sampai hari ini mereka tetap tidak yakin tentang apa yang mungkin pernah dimilikinya dalam pelukannya yang hilang.

4. Kota Bawah Tanah Derinkuyu (Derinkuyu Underground City)

Harta Karun
Pemandangan berbatu daerah Cappadocia di Turki merupakan rumah bagi puluhan kota bawah tanah yang dulunya diukir dari abu vulkanik oleh penduduk kuno mereka. Salah satu yang paling rumit dari kota metropolitan bawah tanah ini adalah Derinkuyu, yang berisi 18 cerita dan cukup ruang untuk menampung sekitar 20.000 orang. Hebatnya, situs tersebut baru ditemukan baru-baru ini seperti tahun 1963, ketika seorang pria lokal merobohkan sebuah dinding sambil merenovasi rumahnya dan menemukan lorong yang mengarah ke jaringan terowongan dan bilik batu yang luas. Para ahli masih belum yakin siapa yang membangun Derinkuyu atau kapan, tapi penggalian telah menemukan bahwa mereka pernah menempati gedung pertemuan, toko, sumur air tawar, kandang kuda dan bahkan pintu batu berat untuk melindungi penghuninya dari bahaya.

5. Batu Rosetta (The Rosetta Stone)

Harta Karun
Ketika dia meluncurkan kampanye Mesir yang ditakdirkan di akhir abad ke-18, Napoleon Bonaparte membawa sebuah unit ilmuwan dan sejarawan khusus yang bertugas mengumpulkan barang-barang koleksi dan mempelajari sejarah negara tersebut. Ini disebut "Institut Mesir" terbukti sangat berguna pada tahun 1799, ketika tentara yang dipimpin oleh Pierre-Francois Bouchard menemukan sebuah lempeng basalt besar sambil menjatuhkan tembok kuno untuk membuat perbaikan pada benteng Prancis di dekat kota Rosetta. Institut dengan cepat menanggalkan batu itu sampai abad ke-2 SM. Dan menentukan bahwa itu tertulis dengan sebuah dekrit kuno yang ditulis dalam tiga bahasa yang berbeda: bahasa Yunani, demotik dan hieroglif. Dipimpin oleh Jean-Francois Champollion dan Thomas Young, para ahli bahasa akan menghabiskan 20 tahun berikutnya dengan menggunakan bagian-bagian bahasa Yunani untuk memecahkan kode hieroglif Mesir kuno, yang telah hilang dalam sejarah selama ribuan tahun. Setelah diuraikan, mesin terbang tersebut menyediakan cendekiawan dengan alat yang mereka butuhkan untuk memulai studi mendalam pertama tentang bahasa dan sastra Mesir kuno.

6. Gulungan Laut Mati (The Dead Sea Scrolls)

Harta Karun
Gulungan Laut Mati atau  The Dead Sea Scrolls mengandung beberapa bagian Alkitab yang paling awal dikenal, namun mungkin tidak pernah ditemukan jika tidak untuk sekelompok remaja Arab. Pada tahun 1947, sekelompok kambing Badui muda dan kandang domba merawat kawanan mereka di dekat kota kuno Jericho. Sambil mencari kambing yang hilang, salah satu anak laki-laki melempar batu ke gua terdekat dan terkejut mendengar apa yang terdengar seperti pot tanah liat yang menghancurkan. Ketika dia masuk ke dalam gua untuk menyelidiki, dia menemukan beberapa toples berisi kumpulan gulungan papirus kuno. Potongan kecil gulungan itu kemudian dijual jutaan, tapi orang-orang Badui tidak menyadari nilainya dan menjual keseluruhannya ke dealer barang antik di Bethlehem dengan harga kurang dari $ 50. Para sarjana akhirnya mengkonfirmasi pentingnya teks tersebut, memicu hiruk pikuk berburu relik yang menyebabkan pemulihan beberapa ribu potongan papirus dari gua-gua di dekatnya. Secara keseluruhan, artefak ini sekarang dianggap sebagai salah satu penemuan arkeologi paling penting di abad ke-20.

7. Kapal Karam Uluburun (Uluburun Shipwreck)

Harta Karun
Pada tahun 1982, penyelam spons Mehmet Çakir berenang di Laut Mediterania dari pantai Uluburun Turki saat dia berhadapan langsung dengan reruntuhan kapal setebal 50 kaki. Bangkai kapal kuno telah berada di dasar laut begitu lama sehingga banyak lambung kapal cedarnya telah hilang, tapi Çakir melihat beberapa toples keramik serta ratusan ingot kaca, tembaga dan timah. Arkeolog bawah laut kemudian menghabiskan 10 tahun mempelajari kecelakaan Uluburun. Selama lebih dari 20.000 kali penyelaman, mereka menemukan sebuah harta karun peninggalan Zaman Akhir Perunggu mulai dari gading gajah dan gigi kuda nil hingga perhiasan dan bahkan scarab yang bertuliskan nama Ratu Nefertiti Mesir. Saat berkencan dari sepotong kayu bakar mengkonfirmasi bahwa kapal itu berusia sekitar 3.300 tahun - salah satu kecelakaan tertua yang pernah ditemukan - sejarawan masih belum pasti asal muasalnya. Kargo tembaga dilacak di Siprus, namun para arkeolog juga menemukan artefak Mycenaean, Asiria, Kanaan dan Mesir, yang menyebabkan banyak orang menyimpulkan bahwa kapal tersebut adalah kapal pedagang yang diawaki oleh kru internasional.

Demikian 7 Harta Karun Bersejarah yang Ditemukan Secara Tidak Sengaja. Semoga artikel ini bermanfaat.


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search