Mitologi Yajuj dan Majuj: Sang Perusak Bumi di Akhir Zaman

Mitologi Yajuj dan Majuj: Sang Perusak Bumi di Akhir Zaman - Apa Anda pernah mendengar istilah Ya'juj dan Ma'juj? mungkin bagi penganut Agama Islam, istilah tersebut sudah tidak asing lagi di telinga. Mengingat Ya'juj dan Ma'juj disebut dalam Al-Quran sebanyak dua kali, dalam surat Al Kahfi ayat 94 dan Al Anbiya ayat 96-97. Sebelumnya, mereka juga dikisahkan dalam Al-Kitab Ibrani dan Perjanjian lama sebagai Gog dan Magog. Seperti apa kisah sesungguhnya mengenai Ya'juj dan Ma'juj? Siapakah mereka? Serta apakah mereka benar-benar nyata? Simak penjelasannya.

Mitologi Yajuj dan Majuj

Istilah Ya'juj dan Ma'juj

Menurut pendapat Para Ulama, terdapat dua perbedaan pendapat menegnai istilah “Ya'juj dan Ma'juj”. Pendapat yang pertama, Ya'juj dan Ma'juj memang benar-benar berawal dari bahasa Arab. Sedangkan pendapat yang kedua, Istilah ini bukan berasal dari bahasa Arab melainkan berawal dari bahasa Asing yang diArabkan. Menurut Abu Kalam Azadi, Istilah “Ya'juj dan Ma'juj” berasal dari bahasa Ibrani (Yahudi). Hal ini diperkuat dengan fakta bahwa keberadaan Ya'juj dan Ma'juj berasal jauh sebelum peradaban Arab lahir.

Sejarah Ya'juj dan Ma'juj

Di Al-Quran surah al-Kahfi ayat 83 hingga 101, dan surat Al-Anbiya ayat 96-97, Dikisahkan bahwa pada zaman Nabi Ibrahim, hiduplah seorang raja bernama Zulkarnain. Beliau adalah raja yang Sholeh dan bijaksana, sehingga rakyat juga mencintainya dan patuh terhadapnya. Beliau menggantikan seorang Raja yang waktu ini sangat kejam, yaitu Raja Namrud. Zulkarnain membawa kesejahteraan bagi rakyatnya. Beliau juga ikut berperan dalam dakwah Nabi Ibrahim. Selain itu, Zulkarnaen adalah raja yang gemar berlayar. Ia juga menguasai bahasa dari berbagai belahan dunia. Pelayaran yang dilakukan bertujuan untuk menyebarkan Agama Islam atau agama Tauhid yang dibawa oleh Nabi Ibrahim.

Pada suatu hari, Zulkarnain waktu itu tiba di suatu daerah yang diapit oleh dua gunung. Disana Beliau menemukan suatu kaum di bukit yang tidak dapat berbahasa lisan. Mereka menggunakan bahasa tubuh yang aneh untuk berinteraksi satu sama lain. Beliau pun memanggil seorang seseorang atau biasa disebut penerjemah pada waktu itu untuk memahami ucapan mereka. Kaum itu mengeluhkan kemiskinan karena pada waktu itu harta dan kekayaan mereka selalu dirampas oleh kaum yang bernama Ya'juj dan Ma'juj. Kaum kejam memiliki postur tubuh yang aneh. Yajuj dan Majuj sangat gemar mengganggu kaum yang menghuni perbukitan dengan merampas ataupun merusak segala sesuatu, seperti tumbuhan dan ternak.

Zulkarnain mempunyai keinginan untuk menolongu mereka. Namun, beliau percaya bahwa ridak ada daya dan upaya kecuali pertolongan Allah SWT. Maka beliau mengajak penduduk tersebut untuk beriman kepada Allah SWT. Setelah kaum tersebut beriman, Zulkarnain mulai memutar otak tentang bagaimana jalan keluar atas permasalahan mereka. Terfikir olehnya untuk membuat sebuah dinding yang dapat membatasi kaum itu dengan Yajuj dan Majuj. Maka, beliau memerintahkan untuk mengumpulkan seluruh hasil tambang dari kamu itu yang berada di bukit. Zulkarnain memulai menggali tanah dilanjut dengan membangun fondasi yang sangat kokoh yaitu dari besi. Dan selanjutnya, besi tersebut dipanaskan, lalu dilebur dengan cairan tembaga yang mendidih. Akhirnya benteng yang amat kokoh pun selesai dibangun dan terkurunglah Ya'juj dan Ma'juj ditempat tinggalnya.

Penduduk bukit merasa sangat senang, mereka amat teramat berterimakasih terhadap Zulkarnain. Zulkarnain menanggapinya dengan rendah hati juga tak lupa untuk bersyukur kepada Allah SWT. Beliau berpesan kepada penduduk tersebut bahwa segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini adalah kehendak Allah SWT, termasuk dinding ini yang apabila Allah berkehendak untuk merobohkannya maka robohlah.

Sementara itu dari balik bukit, Ya'juj dan Ma'juj terus menerus berusaha menembus dinding tersebut. Namun, tak ada satu pun dari mereka yang berhasil memanjatnya atau menembusnya hingga saat ini. Konon setiap hari sejak dinding tersebut dibangun, pemimpin Ya'juj dan Ma'juj selalu memerintahkan rakyatnya untuk memanjat dinding tersebut. Namun, tidak pernah berhasil sampai saat ini.

Ya'juj dan Ma'juj sebagai salah satu tanda datangnya hari Kiamat

Dalam berbagai kitab suci umat beragama, dijelaskan bahwa akan datangnya hari kiamat yang meluluh-lantahkan seluruh dunia beserta isinya. Khususnya dalam Al-Quran, disebutkan beberapa tanda -tanda datangnya hari akhir (kiamat), salah satunya mengenai munculnya Ya'juj dan Ma'juj yang dijelaskan dalam Surat Al-Anbiya ayat 96-97 yang berbunyi:

ayat Al-Qur'an

Kesimpulan

Seiring kaum beriman, sudah sepatutnya bagi kita untuk meyakini keberadaan Mitologi Yajuj dan Majuj: Sang Perusak Bumi di Akhir Zaman. Disaat Allah Swt berkehendak dinding yang mengurung Ya'juj dan Ma'juj roboh, maka hal itu akan terjadi. Mereka akan bebas berkeliaran di muka bumi ini dan mulai melakukan kerusakan lagi. Diyakini pula setiap orang yang mereka lewati akan hancur lebur. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan Keimanan dan Ketaqwaan kita terhadap Allah SWT. Mari kita memohon kepada-Nya di hari akhir kelak, agar dijauhkan dari kekejaman Ya'juj dan Ma'juj. Serta diteguhkan Iman Islamnya sampai akhir hayat. Amin.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »