Legenda Candi Borobudur: Penguasa Hindu dan Buddha

Legenda Candi Borobudur: Penguasa Hindu dan Buddha - Siapa yang tidak tahu, khsusnya masyarakat Indonesia tentang nama candi yang satu ini. Candi yang pernah menjadi situs arkeologis candi Buddha terbesar di dunia dan masuk kedalam Guiness World of Records di London, Inggris pada tahun 2012.
Legenda Candi Borobudur
Nama candi tersebut adalah Candi Borobudur, yang sekarang menjadi tempat wisata favorit di Indonesia, tempat wisata ini setiap tahun nya selalu ramai dikunjungi. Candi ini terletak di Magelang, Jawa Tengah. Tetapi apakah Anda pernah terpikir bagaimana Candi Borobudur ini terjadi? atau mungkin bagaimana kisah dari legenda candi Borobudur? 

Candi Borobudur

Borobudur kemungkinan didirikan sekitar tahun 800 Masehi, dibangun oleh seorang arsitek bernama Gunadharma. Sedikit yang diketahui tentang arsitek ini. Namanya sebenarnya diceritakan dari cerita rakyat legendaris Jawa dan bukan ditulis dalam prasasti tua. Dia dikatakan sebagai orang yang "... menanggung tongkat pengukur, mengetahui perpecahan dan menganggap dirinya terdiri dari suku cadang.

Baca juga: Sejarah dan Misteri Candi Borobudur

Ini sesuai dengan periode antara 760-830 M, puncak dinasti Sailendra di Jawa Tengah, saat berada di bawah pengaruh Kekaisaran Srivijayan. Pembangunannya diperkirakan telah memakan waktu 75 tahun dan selesai pada masa pemerintahan Samaratungga pada tahun 825.

Ada kebingungan antara penguasa Hindu dan Buddha di Jawa sekitar waktu itu. Sailendras dikenal sebagai pengikut Sang Buddha yang rajin, meskipun prasasti batu yang ditemukan di Sojomerto menunjukkan bahwa mereka adalah orang Hindu. Pada saat inilah banyak monumen Hindu dan Budha dibangun di dataran dan gunung di sekitar Dataran Kedu. Monumen Budha, termasuk Borobudur, dipasang bersamaan dengan kompleks candi Hindu Siwa Prambanan. Pada tahun 732 Masehi, Raja Shivaite Sanjaya menugaskan sebuah tempat suci Shivalinga untuk dibangun di atas bukit Ukir, hanya 10 km (6.2 mil) di sebelah timur Borobudur.

Pembangunan Candi Borobudur

Pembangunan candi Budha, termasuk Borobudur, pada saat itu dimungkinkan karena penerus langsung Sanjaya, Rakai Panangkaran, memberikan izin kepada para pengikut Budha untuk membangun kuil semacam itu. Sebenarnya, untuk menunjukkan rasa hormatnya, Panangkaran memberi desa Kalasan kepada komunitas Buddhis, seperti ditulis dalam Piagam Kalasan tertanggal 778 M. Hal ini menyebabkan beberapa arkeolog percaya bahwa tidak pernah ada konflik serius mengenai agama di Jawa karena mungkin bagi seorang raja Hindu untuk menggurui pendirian sebuah monumen Buddha; Atau bagi seorang raja Buddha untuk bertindak juga.

Baca juga: Legenda Danau Toba

Namun, ada kemungkinan ada dua dinasti kerajaan saingan di Jawa pada saat itu, Sailendra Buddha dan Saivite Sanjaya, di mana yang terakhir menang atas saingan mereka dalam pertempuran 856 di dataran tinggi Ratubaka. Kebingungan ini juga ada mengenai kuil Lara Jonggrang di kompleks Prambanan, yang diyakini dibangun oleh pemenang Rakai Pikatan sebagai jawaban dinasti Sanjaya terhadap Borobudur, namun ada juga yang menyatakan bahwa ada iklim koeksistensi damai dimana keterlibatan Sailendra ada di Roro Jonggrang.

Demikian kisah dari Legenda Candi Borobudur: Penguasa Hindu dan Buddha. Semoga artikel ini bermanfaat.


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search