Legenda Banyuwangi: Sungai yang Bau Menjadi Harum

Legenda Banyuwangi: Sungai yang Bau Menjadi Harum - Banyuwangi adalah sebuah kabupaten atau kota dii Provinsi Jawa Timur. Banyuwangi mempunyai kisah dan legenda yang sangat terkenal di tengah masyarakat yaitu Legenda Banyuwangi. Banyuwangi sendiri dalam bahasa Jawa mempunyai arti yaitu banyu yang berarti air, dan wangi yang berarti harum. Jadi simak saja kisah dari Legenda Banyuwangi.

Legenda Banyuwangi

Banyuwangi

Zaman dahulu kala, pulau jawa diperintah oleh seorang raja. Raja memiliki seorang Perdana Menteri Setia yang bernama Sidapaksa. Ini adalah cerita tentang perdana menteri.

Istri Sidapaksa itu cantik. Dia sangat mencintainya. Tapi ibunya tidak menyukainya.

Suatu hari, ibu Sidapaksa meminta Raja untuk mengirim anaknya ke tempat yang jauh. Dia meskipun saat anaknya sedang pergi, dia berkesempatan untuk menyingkirkan istrinya. Tentu saja, dia tidak memberi tahu Raja tentang hal itu.

Raja setuju dengannya. Jadi dia memberi tugas pada Sidapaksa. "Pergilah ke Gunung Ijen, tumbuhlah bunga yang bisa membuat wanita cantik. Dapatkan bunga untuk sang Ratu," kata sang Raja.

Sidapaksa pulang dengan sedih. Dia mengatakan kepada istrinya tentang tugas tersebut.

"Saya tidak bisa meninggalkan Anda sendirian. Segera Anda akan melahirkan anak kami," jawab Sidapaksa.

"Jangan khawatir tentang saya, saya bisa menjaga diri saya."

Keesokan harinya, sidapaksa berangkat ke Gunung Ijen. Perjalanan yang panjang dan sulit.

Beberapa hari setelah Sidapaksa pergi, istrinya melahirkan seorang bayi laki-laki tampan. Dia sangat bangga dengan bayinya.

Suatu hari, istri Sidapaksa pergi ke mata air. Wanita jahat itu membawa bayi itu pergi. Dia melemparkan bayi itu ke sungai.

Istri Sidapaksa kaget saat tidak dapat menemukan bayinya. "Di mana bayiku?" dia menangis.

Sungai yang Harum

Dia mencari anaknya. Tapi dia tidak bisa menemukannya. Akhirnya dia jatuh sakit karena dia tidak makan atau minum. Dia menjadi kurus dan lemah dari hari ke hari.

Setelah dua tahun, Sidapaksa pulang. Dia tidak sabar untuk melihat istri dan anaknya.

Ibunya melihatnya di pintu gerbang. Dia berkata kepadanya, "Anakku, istrimu adalah wanita yang jahat, dia membunuh bayinya sendiri, dia membunuh anakmu, dia melemparkanmu ke sungai."

Sidapaksa sangat marah mendengarnya. Dia tidak percaya pada apa pun yang dikatakan istrinya. Dia sangat marah karena dia akan membunuh istrinya.

Baca juga : Legenda Gunung Bromo

Sayangnya istrinya berkata, "Saya sangat sedih karena Anda tidak percaya saya, Anda tidak perlu membunuh saya, karena saya akan segera meninggal."

Lalu dia berlari ke sungai terdekat. Sebelum arus sungai membawanya pergi, dia berkata, "Sayangku, jika bau harum keluar dari sungai ini, maka saya tidak bersalah."

Suatu keajaiban terjadi. Dari sungai, keluarlah bau harum. Di tengah sungai muncul dua bunga yang indah. Bunga besar dan kecil. Bunga kecil itu berkata, "Ayah, aku anakmu, ibuku tidak bersalah, nenek yang mengusirku ke sungai."

Teriak Sidapaksa keras. Dia menyesali apa yang telah dilakukannya terhadap istrinya. Tapi sudah terlambat. Istrinya dan anaknya berubah menjadi dua bunga.

Sungai bau dan kotor berubah menjadi bau yang harum. Di jawa, ini disebut banyuwangi. Artinya sungai harum. Tanah di sekitar sungai harum sekarang dikenal dengan nama Banyuwangi, sebuah kota di Jawa Timur.

Demikian kisah dari Legenda Banyuwangi: Sungai yang Bau Menjadi Harum. Semoga artikel ini bermanfaat.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »