Legenda Singaraja: Kisah I Gusti Panji Sakti

Legenda Singaraja: Kisah I Gusti Panji Sakti - Bali merupakan salah satu pulau di Indonesia yang terkenal akan keindahan alamnya yang eksotis. Bali juga merupakan tempat wisata yang paling diminati oleh turis mancanegara. Namun tahukah Anda? selain itu, Bali juga memiliki legenda-legenda yang tumbuh subur di kalangan masyarakatnya. Salah satunya adalah Legenda Singaraja, yang berasal dari daerah Klungkung. Seperti apakah kisah sebenarnya mengenai Legenda Singaraja? Simak saja kisahnya.


Legenda Singaraja

Asal Muasal Singaraja

Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang raja bernama Sri Sagening. Ia adalah raja dari kerajaan Klungkung, Bali. Ia memiliki banyak istri, salah satunya adalah Ni Luh Pasek yang merupakan istri terakhirnya. Ni Luh Pasek adalah istri raja yang tercantik. Hal ini otomatis membuat istri-istri lainnya cemburu. Mereka sering menceritakan hal-hal buruk mengenai Ni Luh Pasek kepada sang raja. Strategi istri-istri raja ini berhasil. Sang raja sangat terpengaruh dan meminta Ni Luh Pasek untuk pergi meninggalkan istana. Ni Luh Pasek merasa sangat sedih. Terlebih, pada saat itu Ia sedang mengandung anak dari baginda raja. namun, Ia tidak mempunyai pilihan lain karena keputusan raja sudah bulat. Setelah menempuh perjalan yang jauh, Ni Luh Pasek tiba di sebuah desa. Disana Ia bertemu dengan Jelantik Bogol yang sangat simpati dan prihatin terhadap kondisinya. Dia adalah orang suci yang memiliki kekuatan supranatural. Karena Prihatin, Ia menikahi Ni Luh Pasek dan bersedia menjadi ayah bagi bayi yang sedang dikandungnya. Saat bayi itu lahir, Jelantik Bogol menamainya I Gusti Gede. Dia mencintai Gusti Gede layaknya anak sendiri.

Legenda Singaraja

I Gusti Gede tumbuh menjadi laki-laki yang gagah dan berwibawa. Ia menguasai banyak keterampilan seperti bela diri dan kekuatan supernatural. Keterampilan itu didapat dari Ayah angkatnya. Suatu hari, Ayah angkatnya memintanya untuk pergi ke hutan di Den Hill, tempat Ni Luh Pasek, ibu kandung I Gusti Gede lahir. Jelantik Bogol memintanya pergi ke sana untuk meningkatkan kemampuan supranaturalnya. Sebelum pergi, Ayah angkatnya memberikan dua senjata, tombak dan keris untuk melindunginya dari marabahaya. I Gusti Gede pun pergi ke Den Hill dan bermeditasi. Saat sedang bermeditasi, arwah-arwah di hutan berbicara kepadanya.

"Anda akan menjadi raja yang hebat. Pergilah ke pantai Panumbang, dan bantu orang-orang di sana."

I Gusti Gede mengikuti perkataan Arwah tersebut. Sesampainya di Pantai Panombangan, I Gusti Gede melihat sebuah kapal dari Bugis yang nyaris tenggelam. Masyarakat seiktar pun berupaya membantu kapal tersebut tapi tidak berhasil.

I Gusti Gede berniat untuk menolong. Dia meminta masyarakat sekitar untuk menjauh dari kapal tersebut, Dia mulai berdoa dan mengeluarkan dua senjata yang diberi oleh Ayah angkatnya. Tiba-tiba, dua roh besar keluar dari tombak dan keris.

I Gusti Gede meminta roh tersebut untuk menarik kapal Bugis tersebut kembali ke laut. Masyarakat sekitar tidak bisa melihat roh nya. Mereka hanya melihat I Gusti Gede yang menggerakkan tangannya. Roh yang berasal dari tombak dan keris tersebut perlahan menarik kapal. Kapal tersebut berhasil keluar dari laut dan menepi ke pantai. Pemiliknya sangat senang, dia memberikan sebagian kekayaannya kepada I Gusti Gede sebagai tanda terimakasihnya. Seketika kabar ini menyebar luas hingga ke pelosok negeri dan banyak orang. Mereka menamainya sebagai I Gusti Panji Sakti.

Kembalinya I Gusti Panji Sakti

I Gusti Panji Sakti kembali ke Den Hill. Dia membangun sebuah desa dan satu per satu orang berdatangan ke desa tersebut. I Gusti panji Sakti melindungi mereka dari orang jahat. Perlahan desa tersebut menjadi sebuah kerajaan. I Gusti Panji Sakti menjadi raja dan dia menamai kerajaan tersebut sebagai Sukasada.

Sukasada menjadi kigdom besar, I Gusti Panji Sakti berencana untuk membuat kerajaan lain. Dia membuka area baru. Itu penuh dengan pohon buleleng. Oleh karena itu ia menamai kerajaan tersebut sebagai Kerajaan Buleleng.

Dia juga membangun sebuah istana besar. Orang menamakannya Singaraja. Singa berarti singa dan Raja berarti raja. Dengan kekuatannya I Gusti Panji Sakti seperti singa. Dia selalu melindungi bangsanya dari orang jahat. Sementara ia menjadi raja, Kerajaan Buleleng aman dan sejahtera.

Itulah kisah dari Legenda Singaraja: Kisah I Gusti Panji Sakti. Semoga artikel ini bermanfaat.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »